Kapolda Sumut Mimpin Pemusnahan 169 Kg Sabu, 147 Ganja Dan 3.907 Pil Ekstasi

Selasa, 26 November 2019 | 08.47 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. Ini bukti nyata polisi berantas jenis narkotika apa pun. Pasalnya, Kapolda Sumut Irjend Pol. Drs. Agus Adrianto SH MH, pimpin langsung pemusnahan berbagai jenis narkotika dihalaman Gedung Ditresnarkoba Polda Sumut, Senin 25 November 2019.

Dihadapan sejumlah wartawan, orang nomor 1 di Polda Sumut Irjend Pol. Drs Agus Adrianto SH MH, yang didampingi oleh Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan" Berbagai jenis narkotika yang dimusnahkan ini, dari 43 kasus yang berhasil diungkap selama lima bulan lamanya terhitung dari bulan Juli s/d November 2019.

Narkotika yang dimusnahkan ialah sabu sebanyak 161 Kg, ganja 146 Kg dan pil ekstasi sebanyak 3.907 butir.

" Adapun dari barang bukti yang dimusnahkan ini, sudah ada disisihkan untuk kepentingan uji labfor" Pungkas Kapolda Sumut Irjend Pol Drs.Agus Adrianto SH MH.

Kapolda Sumut menjelaskan, narkotika yang kami musnahkan terdiri dari 72 orang tersangka yang mana dua diantaranya wanita dan satu orang tewas diberi tindakan tegas dan terukur oleh petugas, karena coba melakukan perlawanan sama petugas.

" Narkotika yang kami musnahkan ini, telah menyelamatkan sekitar 314.552 orang" Ucap Kapolda Sumut Irjend Pol Drs. Agus Adrianto SH MH.

Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menambahkan, pengungkapan kasus ini terdiri dari jaringan narkotika Internasional.

Disitu, team yang dilapangan masing - masing dari Subdit berkolaborasi mengungkap jaringan narkotika Internasional. Yang artinya, jaringan dari luar masuk dari Malaysia dan Riau masuk ke Sumut, lalu didistribusikan ke Sumatera Utara.

" Sumut ini jadi sasaran para gembong narkotika , dari luar negri untuk memasukkan barang haram tersebut ke Provinsi.  Hal ini karena penggunaan narkotika yang rindu di Sumut dan menjadi tanggungjawab pihaknya untuk menghempang peredarannya.

“Sumut termasuk domain yang cukup tinggi. Kami tidak akan pernah berhenti, dan kaki selalu menyatakan perang terhadap narkoba,” Tegas Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung

Hendri Marpaung menambahkan, tindakan tegas juga dilakukan kepada tersangka yang melakukan perlawanan, dan menewaskan satu tersangka.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau minimal 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda minimal Rp1 miliar hingga Rp10 miliar,” Ujar Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung. Afd
Bagikan:
KOMENTAR