Malangnya Nasib Ibu Ini Anak Tewas Di Duga Di Bunuh, LP Di Polsek Medan Labuhan Jalan Di Tempat

Minggu, 10 November 2019 | 20.26 WIB

Bagikan:

Medan Labuhan - Setarapost. Harapan seorang ibu bernama  Asni Hawiyah (54) warga Jalan Tangguk Sentosa 3 Nomor 81 Blok IV , Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, dapat keadilan sama aparat penegak hukum. Pasalnya, anaknya  bernama  Rian Fani (20) diduda dibunuh oleh Selamat Setiawan alias Gobek dkk, dikawasan Jalan Pulau Nias Selatan Kim II Mabar, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dengan No : LP / 766 / XII / 2018 / SU / Pel. Blw / Sek - Medan Labuhan Tanggal 16 Desember 2018. Diduga Polsek Medan Labuhan, petieskan  laporan Polisi korban Rian Fani yang kini sudah meninggal. Ini salah satu, membuat masyarakat tidak percaya terhadap Polisi.

Team penasehat  Hukum AAA + Law Office bernama  Ardianto SH, Mhd. Iman Syahputra SH, Alansyah Putra SH, Raja Indra Sakti Rangkuti SH, Muhammad Al Amin Rasyid Abbas Nst SH MH, Muhammad Reza Rayhan SH, Muhammad Fachri Alamsyah SH, Chairul Imam SH dan Muhammad Amri SH, saat mendatangi kediaman ibu korban memohon meminta pertolongn hukum sama Team kuasa hukum kita.

"Disitu, ibu korban yang menangis sambil mempelihatkan fhoto anaknya mengatakan" sedih kali lah kau dek, capek mamak sekolahkan kau , di bunuh orang pula kau udah. Tolongla bantu kami yang orang susah ini" Ucap salah satu team penasehat hukum Hukum AAA + Law Office Raja Indra Sakti Rangkuti SH, kepada Setarapost.com.melalui pesan Whatsapnya.

Alansyah Putra SH. Kepada Setarapost.com, Kamis (07/11/2019) menambahkan" Korban sebenarnya ada dua orang , yang masing - masing bernama Rian Fani dan rekanya Elvan. Tapi Elvan selamat dengan keadaan luka - luka serius dan Rian Fani meninggal ditempat.

"Saat itu, korban Rian Fani dan  Elvan cekcot sama kelompok lainya. Sebenarnya ini hanya gara - gara  perselisihan paham antara dua kelompok.Disitu, Rian Fani ditendang dan dilempar pakai Helm sama kelompok lainya. Lalu Rian Fani dibonceng temenya Elvan naik sepeda motor, melarikan diri dari amukan kelompok lain tersebut. Kelompok tersebut pun, melakukan pengejaran Rian Fani dan Elvan sehingga tidak dapat. Tiba dikawasan Industri Medan (Kim) yang kebetulan gelap, ada 4 orang memukul Elvan pakai  pisbol dilihat rekan - rekan Rian Fani dan Elvan. Disitu juga, Elvan dilihat oleh rekan - rekanya dipukul lagi dan ditikam sehingga korban Elvan masuk keparet. Usai dipukul, Elvan dinaikki ke sepeda motor dan dibawak segerombolan kelompok tersebut, ntah kemana. Tapi Rian Fani tidak kelihatan. Lalu dicari oleh rekan - rekan kedua korban sampai dapat. Di TKP, Rian Fani ditemukan dalam keadaan tersyungkur dengan kaki patah dan tidak bernyawa lagi. Orang tua Rian Fani bernama Asni Hawiyah, merasa tidak senang atas meninggal anaknya yang diduga dianiaya oleh kelompok tersebut, langsung membuat laporan Polisi ke Polsek Medan Labuhan pada tanggal 16/ Desember/ 2018" Jelas salah satu Team penasehat hukum ibu korban bernama Alansyah Putra SH.

Masih dikatakan Alansyah Putra SH. Hironisnya dimalam ketiga orang tua para pelaku datang kerumah orang tua korban Rian Fani, dengan niat ingin melakukan perdamaian. Disitu juga, orang tua para pelaku mengatakan." Kasian dengan anak - anak kita ini,  yang satu hukumanya segini dan yang satu lagi hukuman segini. Lalu dijawab oleh orang tua korban  Rian Fani"  Kami masih berduka  dan kami pun belum ada memikirkan perdamaian itu, nantila dulu tunggu seminggu lagi" Ucapnya yang mirukan ucapan orang tua korban Rian Fani.

Lanjut kuasa hukum orang tua korban, kemudian orang tua korban Rian Fani meminta tanggapan sama Kepala Lingkungan (Kepling ) Setempat, dan Kepling tersebut memberi saran" Kalau mau berdamai bicarakan saja baik - baik sama para orang tua pelaku. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari orang tua para pelaku. Bahkan sampai sekarang juga, tidak ada dilakukan pembicaraan perdamaian dari para orang tua pelaku sama orang tua korban Rian Fani. Hironisnya lagi, beberapa saksi sudah diperiksa oleh penyidik Polsek Medan Labuhan. Tapi sampai sekarang juga  penyidik bilang masih dalam lidik, kan aneh kita lihat jadinya. Padahal waktu dilakukan rekontruksi ulang di Tempat Kejadian Perkara (TKP), para pelaku pun bilang"  Memang target kami yang dua itu untuk dimatikan. Ucapan para pelaku ini pun, terdengar oleh Polisi yang menyaksikan rekontruksi ulang tersebut. Hironisnya lagi, Polisi tersebut mengatakan" Anak ibu mati karena jatuh dari sepeda motor, bukan dibunuh. Ujar salah satu team kuasa hukum ibu korban Alansyah Putra SH.

"Karena merasa ada yang janggal dengan ucapan Polisi tersebut, ibu korban Rian Fani melaporkan ke Dumas Polda Sumut. Akan tetapi, sampai dinihari belum ada juga tindaklanjutan dari Polda Sumut. Atas ketidak mengerti dengan hal tersebut, ibu korban dengar dari ucapan orang - orang melaporkan ke Propam Poldasu. Tiba di Propam dengan niat mengadukan permasalahan LP nya di Polsek Medan Labuhan , petugas Propam mengucapkan sama ibu korban" Itu bukan wilayah hukum kami bang. Jadi harus kemana lagi , masyarakat ini bisa mendapatkan keadilan hukum" Sebut Alansyah Putra SH.

Kapolsek Medan Labuhan AKP Edy Safari saat dikonfirmasi Setarapost.com, terkait kasus meninggalnya korban Rian Fani melalui pesan Whatsapnya, Jum'at (08/11/2019) mengatakan" Untuk saksi yang melihat langsung korban dianiaya hingga sampai meninggal dunia sampai saat ini  belum ada. Namun kami masih tetap mendalami kasus ini lagi" Terangnya. Afd
Bagikan:
KOMENTAR