Maulid Nabi Muhammad SAW 141 Hijriyah Di Masjid Jamik Kampung Aur, Di Hadiri Ustad Dr. M. Yahya Waloni

Jumat, 29 November 2019 | 19.13 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. Warga Kampung Aur Lingkungan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, begitu antusias dengan kedatangan seorang Ustad kondang Dr. M.Yahya Waloni diacara Maulid Nabi Muhammad SAW 141 Hijriyah dimasjid Jamik, Kamis (28/11/2019) sekira pukul 13:30 Wib.

Informasi yang didapat, Ustad Dr. M. Yahya Waloni sebelum menganut agama islam seorang pendeta. Dihadapan sejumlah jemaah  yang hadir Maulid Nabi Muhammad SAW 141 Hijriyah dimasjid Jamik , Ustad kondang Dr. M. Yahya Waloni mengisi ceramah tentang islam. Disitu juga, Ustad Dr. M. Yahya Waloni juga menuangkan tentang pengalamanya yang dulu seorang pendeta.

Tema terlaksana kegiatan ini ialah, Tabliq Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 141 Hijriyah Perinsip Berlandasan Akhlaku Karimah Bersama Ustad Dr. M.Yahya Waloni.

Ustad Dr. M.Yahya Waloni dalam ceramahnya dihadapan sejumlah jemaah mengatakan" Kalau seorang pendeta semua dirubah bahasanya. Seperti pendeta orang Batak ia berkhotbah pakai bahasa Batak   begitu juga dengan pendeta lainya, karena itu inteltual bagi mereka. Di Amerika rata - rata penganut agam Kristen,  tapi dalam sehari terdengarla Ayalla Sholla rupanya. Ternyata suara itu, terdengar dari Masjidil Haram" Ujarnya.

Lanjut Ustad Kondang Dr. M.Yahya Waloni, Ahok itu cocok masuk islam agar ia bisa berdakwah. Karena kalau sudah masuk islam sudah pasti ceramah seperti saya ini. Sampai sekarang ini, kami tidak tau tanggal kelahiran Yesus dan pendeta pun tidak tau juga. Jadi kalau umat islam mengucapkan selamat hari Natal bukan haram, tapi sama - sama gomblok" Pungkasnya. Afd
Bagikan:
KOMENTAR