Polsek Medan Kota Sikat 5 Curas 3 Orang Lagi Masih Di Buru

Rabu, 20 November 2019 | 13.53 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. 5 tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) sepeda motor dan jambret dilokasi berbeda disikat Polsek Medan Kota, Senin (18/11/2019) yang lalu.

Masing - masing tersangka yang disikat team Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Kota ialah bernama Refky Mawardi Nasution aliasi Ketel (21) warga Jalan Sempurna yang merupakan resedivis dalam kasus jambret pada tahun 2019, Fernando Tampubolon alias Nando (29) warga Jalan Menteng VII Gang Serasi, yang merupakan resedivis dengan kasus curanmor tahun 2005, Dedek Maulana alias Musang (29) warga Jalan Tapian Nauli, yang merupakan resedivis dengan kasus jambret tahun 2002.

Dari ketiga bandit jalanan tersebut, dua tersangka Katel dan musang terpaksa dihadiahkan timah oleh Polisi dibagian kakinya masing - masing.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dadang Hartanto yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto, Kapolsek Medan Kota AKP.M.Riki Ramadhan, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin, dalam keterangan fres relesnya dihadapan sejumlah wartawan, Selasa (19/11/2019) mengatakan" Mereka ini mempunyai komplotan yang berjumlah 8 orang, dan 5 orang tersangka sudah ditangkap petugas. Untuk dua orang lainya ialah , sebagai penadah  barang curian hasil para pelaku melakukan aksi kejahatanya.

Kedua penadah ini bernama Bedima Ato Gea (27) warga Jalan Jermal 12 Medan Denai dan Ari Akbra alias Ari Kera (27) warga Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Ari Kerak juga mengaku selain penadah barang curian dari komplotan tersebut, ia juga ikut melakukan aksi pencurian dan penjambretan juga. Dari kelima tersangka ini, terdiri 4 Laporan Polisi (LP)" Ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol.Dadang Hartanto.

Dadang menjelaskan, sebelumnya komplotan ini sudah menjadi target kita terlebih dahulu. Tapi belum berhasil ditangkap petugas. Berkat kerja keras petugas, makanya komplotan ini berhasil ditangkap.

"Terakhir para pelaku ini menjalankan aksinya, diperumahan Puri Bahagia Blok C -2 Medan Kota Jalan Sempurna, Rabu (16/Oktober/2019). Disitu, para pelaku mencuri sepeda motor Honda Vario milik korban Rahmad R Hutagaol (37).

Korban yang tidak mau sepeda motor miliknya raib begitu saja, makanya korban buat LP nya di Polsek Medan Kota. Dari pengakuan korban dan keterangan para saksi yang diterima petugas Polsek Medan Kota, sangat resah dengan pencurian yang dilakukan komplotan tersebut.

"Senin (18/11) sekira pukul 12.30 wib, tersangka Dedek alias Musang berhasil kita tangkap di daerah Deli Tua. Beberapa jam kemudian, Rifki alias Katel dan tersangka penadah barang curian (Ari alias Kerak) berhasil kita amankan di Jalan Brigjen Katamso,” Ucap orang nomor 1 di Polrestabes Medan  Kombes Pol. Dadang Hartanto.

Akan tetapi, sambung Kapolrestabes, terhadap tersangka Katel dan tersangka Dedek alias Musang terpaksa diberi  tindakan keras dan terukur dengan menembak salah satu kaki dari kedua pelaku itu,  karena mencoba melarikan diri saat dibawa menunjukan penadah yang kedua (Be di Ma Ato Gea).

Akibatnya, kedua pelaku lumpuh diterjang timah panas. Polisi langsung membawa kedua pelaku ke RS Bhayangkara Medan guna mendapatkan perawatan.

Dari hasil introgasi, para pelaku sudah puluhan melakoni aksi pencurian sepeda motor maupun penjambretan di wilayah hukum Polrestabes Medan bersama rekan pelaku lainnya yang belum tertangkap bernama Aipang, Gilang, Gembel, Gusti.

“Saat ini masih ada beberapa orang yang DPO. Ini merupakan jaringan yang sudah lama yang sudah kita targetkan. Disamping Curanmor, mereka ini merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan,” Jelas Kapolrestabes Medan.

Dalam aksinya, lanjut Dadang, pelaku masing-masing melakukan perannya. Ada yang mengawasi atau pemantau, hingga eksekusi setelah pemilik rumah dianggap kurang awas ataupun lengah.

Dalam melakukan aksinya, para pelaku kerap mengendarai sepeda motor Satria F BK 2343 ABC warna Hitam dan kreta Yamaha Vixion BK 6732 FQ. Saat ditangkap, polisi turut menyita 3 unit sepeda motor Honda Vario yang sudah tanpa plat karena akan dijual para pelaku" Pungkas Kapolrestabes Medan.

Sementara salah seorang pelaku, Dedek alias Musang kepada wartawan mengakui perbuatannya atas dorongan kebutuhan hidup sehari-hari. Pria pengangguran ini pun mengaku ketagihan sejak aksi pencurian pertamanya beberapa tahun silam berhasil.

“Jadi kalau mau mencuri kreta, kami pilih Honda Vario. Soalnya lebih gampang dijual dan harganya tinggi. Jadi dua unit kreta Honda Vario harganya Rp 8 juta. Uangnya kami bagi buat keperluan kami sehari-hari,” Aku, pelaku dengan kepala tertunduk. Afd
Bagikan:
KOMENTAR