Ditanya Soal Jam Kerja di PN Medan, Plt Walikota Medan Tunjukkan Sikap Emosional ke Wartawan

Jumat, 10 Januari 2020 | 19.41 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost.
Perlakuan Plt Walikota Medan Ahyar Nasution terhadap wartawan yang konfirmasi terkait hadirnya persidangan bekas pimpinanya Dzulmi Eldin, di Pengadilan Negri Medan, Kamis (9/1/2020) siang, harus dapat dipertimbangkan masyarakat kota Medan dipilkada 2020 ini.

Pasalnya, ditengah persidangan kasus suap Kadis PU Medan Isa Ansyari yang turut dihadiri saksi mantan Walikota Medan Dzulmi Eldin. Plt Walikota Medan Ahyar Nasution menunjuki sikap arogansinya dengan cara ingin menyerang wartawan.

Disitu Plt Walikota Medan Ahyar Nasution,  menunjukkan wajah garangnya saat dikonfirmasi wartawan terkait hadirnya di PN Medan.

Akhyar tampak mendampingi Walikota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin saat menjadi saksi dalam perkara kasus suap Kadis PU Isa Ansyari.

Akhyar datang sekitar pukul 10.00 WIB, dan langsung duduk di sebelah Eldin yang menunggu dimulainya sidang di Cakra Utama PN Medan.

Mereka tampak berbincang selama 5 menit hingga akhirnya Eldin dipanggil ke bangku saksi oleh majelis hakim.

Selama hampir 2 jam Akhyar duduk dan mendengarkan persidangan hingga akhirnya keluar sekitar pukul 12.05 WIB.

Ketika keluar Akhyar tampak diwawancarai sejumlah awak media. Saat ditanya kehadirannya ia menyebutkan kehadirannya untuk belajar.

“Aku cuma nengok orang aja, supaya istiqfar bagi diriku, supaya jangan terjadi bagi diriku. Kejadian inikan menjadi istiqfar bagi diriku, supaya aku jangan salah itu aja. Akukan harus belajar terhadap kesalahan inikan,” tutur Ahyar Nasution.

Saat salah satu awak media menanyakan, apakah kehadiran Akhyar di luar jam kerja kantor.

Tiba-tiba raut wajah Akhyar berubah dan menjawab “Kau kerjakan, yaudah sama-sama kerja kita,” sebutnya dengan nada tinggi.

“Akukan belajar juga, supaya jangan salah. Itu ya itu termasuk bagian dari kerja, iya jam kerja,” tambahnya dengan menatap tajam awak media yang bertanya.

Selanjutnya Akhyar menatap tajam awak media tersebut selama beberapa detik. Dengan menggigit bibir bawahnya.

“Kenapa kau tanya itu,” tegasnya dengan nada tinggi.

Lalu tampak dua ajudan Akhyar yang tampak menenangkannya, hingga berbalik.

Namun hanya berjarak 7 langkah, Akhyar kembali berbalik ke belakang dan mencari kembali awak media yang bertanya tersebut. Dan dengan gaya nonverbal hendak mendatangi awak media tersebut.

Namun, langsung dilerai oleh para Ajudan.

Selanjutnya Akhyar kembali berjalan, namun selang beberapa detik, Akhyar yang mengenakan pakaian kotak-kotak merah ini kembali berbalik dan mencari wartawan itu kembali dengan wajah yang emosi.

Hingga akhirnya, ia berbalik berjalan menuju Jalan Pengadilan Medan menuju kantor Walikota Medan yang berada di Jalan Raden Saleh, Medan.

Tidak ada konfirmasi kembali yang diperoleh dari Akhyar hingga sampai ia menjauh dari kejaran wartawan. Hanya beberapa orang dan dekat dan stafnya yang meminta wartawan agar memakluminya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR