ISNU Sumut Kesalkan Ucapan Gubsu Seperti Pelacur Kepada GP Ansor Resahkan Ulama NU

Sabtu, 04 Januari 2020 | 11.07 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. Seorang Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi, seharusnya tidak pantas melontarkan kata - kata  seperti pelacur kepada GP. Ansor. Dengan itu, Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PW ISNU Sumut ), sangat menyesalkan adanya pernyataan Edi Ramayadi yang menyebutkan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Sumut seperti" pelacur.

Hal ini ditegaskan Ketua PW ISNU Sumut, Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag, kepada Setarapost.com, Jum'at (3/1/2020).

Menurutnya, ucapan" Pelacur" sangat jelek sekali dan tidak pantas disampaikan oleh orang nomor 1 di Sumut ini. Selaku Gubernur  seharusnya memberi kata - kata santun dan nasehat - nasehat baik, sebagai bentuk ketauladanan seorang Kepala Daerah kepada masyarakat yang dipimpinya" Ujar Ketua PW ISNU Sumut, Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag.

Menurut Ketua ISNU Sumut, dampak dari ucapan sebutan" pelacur" kepada GP Ansor, telah meresahkan Nahdliyin, khususnya dikalangan ulama dan cendikiawan Nahdalatul Ulama (NU). Sesungguhnya ucapan seperti" pelacur" tersebut telah melukai NU itu sendiri, karena GP. Ansor salah satu badan otonom (Banom) dilahirkan oleh NU selaku ormas terbesar di Indonesia. Terjadinya keresahan dikalangan ulama NU, merupakan hal wajar. Tidak ada orang tua , yang tidak tersinggung ketika anak - anaknya disebut dengan kata - kata tidak pantas diucapkan. Ketersinggungan dan keresahan ini , sekaligus sebagai bentuk kritik moral dari Ulama NU terhadap Gubsu yang sangat menyayangkan kata - kata pelacur tersebut, terucap kepada GP Ansor. Begitu pula peran dan kiprah GP. Ansor selalu bagian garda terdepan dinegri ini. Apalagi hubungan NU ( Banom - lembaganya) dengan pemerintah selama ini telah terjalin dengan baik" Pungkasnya.

Dr.H. Nispul Khoiri, M.Ag, menegaskan" Kita tidak menginginkan akibat dari ucapan Gubsu tersebut,  semakin menciptakan keresahan dikalangan ulama NU berdampak meluas. Kita berharap kepada Gubsu untuk mencabut kembali pernyataanya dan meminta maaf kepada NU, khususnya kepada GP. Ansor Sumut. Ini menjadi langkah bijak, bertanggung jawab dilakukan oleh Pak Edi Rahmayadi selaku pimpinan daerah ini" Ucapnya. Afd
Bagikan:
KOMENTAR