Pelaku Pembunuhan M.Yusuf, Tewas Ditembak Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan

Rabu, 26 Februari 2020 | 10.34 WIB

Bagikan:

Medan - Setarapost. Pelaku pembunuh korban M. Yusuf (33) yang berprofesi sebagai PNS, warga Dusun 11 Ulu Berayun Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat,  bernama Ganda Winata alias Gandrung (30) warga Jalan Bersama, Lingkungan 5 Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, tewas ditembak Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Medan.

Pelaku Ganda Winata alias Gandrung berhasil dikejar dari pelarianya, oleh Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan  diperkebunan kelapa sawit, Kecamatan Sei Kijang, Kabupaten Pahlawan, Provinsi Riau, (23/2/2020). Namun, saat mau ditangkap Ganda Winata alias Gandrung melakukan perlawanan, sehingga terpaksa diberi tidakan tegas dan terukur oleh petugas.

Informasi yang beredar, tersangka Ganda Winata diburu polisi, karena terlibat membunuh korban M.Yusuf bersama rekan wanitanya yang merupakan istri korban bernama Dewi alias Chory , Kamis ( (13/9/2018) pukul 19:30 Wib.

Kedua tersangka ini,  melakukan pembunuhan terhadap korban M.Yusuf yang sudah direncanakan, di Desa Batu Jonjong, Bahorok, Kabupaten Langkat. Namun peristiwa misterius ini, sempat menggemparkan warga Dusun I, Desa Sibolangit, Kabupaten Deliserdang. Ditemukan mayat yang penuh luka tersebut, Jum'at (14/9/2018. Di TKP, korban yang tewas saat itu memakai baju kemeja lengan panjang warna Putih, celana warna Biru, memakai kaus kaki warna Biru dongker dan celana dalam warna abu - abu merek NIKE.

Jasad M. Yusuf yang menemukan pertama warga sekitar bernama Gendon (35 pria). Selanjutnya, Gendon yang sebelumnya belum mengetaui identitas korban memberitau sama Kepala Desa Sibolangit bernama Salomo S Pelawi (44). Lalu Kepala Desa Sibolangit melaporkan peristiwa ini, ke Polsek Pancur Batu.

Tidak berapa lama, sejumlah personel  Polsek Pancur Batu dan Tim Inafis Polrestabes Medan tiba ditempat kejadian perkara (TKP), yang langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan oleh petugas, ditemukan leher dan mata korban luka memar. Lalu jasad korban dibawa oleh petugas ke RS.Bhayangkara Medan guna dilakukan Outopsi.

Di TKP  polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu plastik warna Kuning yang berisikan 1 Helm milik korban, Jaket dan celana jeans warna Hitam. Selain itu juga, polisi mengamankan barang bukti 1 jaket kain warna Coklat, jam tangan merk Ripcurl, sapu tangan didalam saku celana korban dan uang tunai sebesar Rp.15.000, didalam gubuk yang tidak jauh dari TKP.

Dalam peristiwa misterius ini, semasa Polsek Pancur Batu dipimpin oleh Kapolsek Pancur Batu Kompol Faidir Chan SH MH, dan Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan yang dibantu oleh Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan sebelumnya AKP Raffled. Berhasil mengungkap dan menangkap seorang pelaku yang merupakan istri korban bernama Chory Kumulia Dewi, yang sudah divonis hukuman 12 tahun penjara.

Disitu, saat diintrogasi oleh polisi tersangka Chory Kumulia Dewi mengakui perbuatanya yang telah merencanakan membunuh korban yang merupakan suaminya sendiri, bersama tersangka Ganda Winata yang telah melarikan diri. Dengan itu, Satreskrim Polrestabes Medan mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dari tanggal (18/10/2018).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny E. Isir , yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, Kanit Pidum Polrestabes Medan, Iptu Said Husein, dalam keterangan pres releasenya didepan IGD RS.Bhayangkara Medan, Selasa (25/2/2020) siang mengatakan" Tersangka Ganda Winata ini,  14 bulan kurang lebih telah menjadi  buronan polisi. Akhirnya, tempat persembunyianya tercium oleh Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Medan di Provinsi Riau. Lalu, Tim Khusus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, berangkat dan melakukan penangkapan tersangka Ganda Winata.Namun saat dilakukan penangkapan oleh petugas, tersangka melakukan perlawanan dengan cara melarikan diri, yang disertai melawan petugas memakai senjata tajam. Selanjutnya, petugas yang tidak mau terluka langsung menembak tersangka sehingga membuat tersangka roboh" ujarnya. Afd
Bagikan:
KOMENTAR