Pelaku Robek Al Qur'an di Jl. SM Raja Medan Ditangkap Polisi

Jumat, 14 Februari 2020 | 10.05 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. Masyarakat kota Medan sekitarnya, sempat dihebohkan adanya  kitab suci Al - Qur'an yang sudah dirobek - robekan dan dibuang dijalan SM.Raja / Jalan Sinabung, Kamis ( 13/2/2020) Jam 8:45 WIB. Siapa pelaku yang merobek - robekan  dan membuang kitab suci Al - Qur'an dilokasi tersebut , awalnya belum diketaui. Alhasil Allah SWT telah menunjukan pelaku yang merobek - robekan kitab suci Al - Qur'an dan membuangnya dijalan.

Pelaku ialah bernama Doni Irawan Malay (44) warga Jalan Utama. Pelaku berhasil ditangkap warga bersama kenaziran Masjid Raya dan Kepolisian Sektor Medan Kota, dekat warkopi Ayang. Aksi terkutuk yang dilakukan pelaku,  merobek - robekan kitab suci Al - Qur'an , terekam kamera CCTV saat ia membuang Al - Qur'an dijalan SM.Raja / Jalan Sinabung.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny E. Isir, didampingi oleh Kapolsek Medan Kota, Kompol Riki Ramadhan, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi dan Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin serta Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yaqin pada pers release dihadapan awak media menjelaskan,  bahwa tersangka Dony Irawan Malay ditangkap sesaat setelah membuang robekan Al-Qur’an yang telah ia koyak-koyak untuk kedua kalinya di depan Mesjid Raya Al-Mashun. Kamis ( 13/2/2020) jam 6:00 WIB.

“Berdasarkan penyelidikan dan analisa dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, tersangka pertama kali melakukan hal tersebut pada hari Jum’at, tanggal (31/1/2020 ) dengan cara berpura-pura masuk ke mesjid Raya dan melakukan sholat subuh.  Setelah itu,  ia mengambil Al-Qur’an dan membawanya ke kamar mandi dan merobek-robeknya dalam selembar dikoyak menjadi 4 bagian,”ucap orang nomor 1 di Polrestabes Medan Kombes Pol Jhonny E. Isir.

Lanjutnya lagi, setelah di robek lalu sobekan Al-Qur’an itu ia masukkan ke plastik asoy dan membuangnya ke jalanan.

“Hal ini terlihat jelas dari bukti rekaman CCTV dilokasi, saat itu ia menyebrang jalan dan saat itu juga ia membuang plastik berisi sobekan itu sambil terus berlalu,”jelas Kombes Pol Jhonny E. Isir.

Sejauh ini, kata Kapolrestabes Medan lagi, pihaknya masih mendalami modus, motif dan aksi pelaku yang diduga terstruktur.

“Kejadian ini masih terus kita dalami,  apakah ada keterlibatan orang lain lagi yang bermaksud untuk membuat situasi kota Medan menjadi tak kondusif dengan bermain cara  isu yang mengandung unsur suku, ras dan agama. Untuk itu saya himbau agar masyarakat kota Medan, khususnya umat Islam agar tidak  terprovokasi pada orang-orang yang menginginkan adanya konflik ditengah masyarakat antar pemeluk agama. Atas kejadian ini pada tersangka kami ganjar dengan pasal 156 KUHPidana tentang penistaan agama dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,”kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny E. Isir.

Sementara itu Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia kota Medan, Zulkarnain Sitanggang

“kami atas nama majelis ulama Indonesia, kota Medan, kami telah berkoordinasi dengan ketua umum kami, yaitu H. Muhammad Hatta terkait kasus ini,  beliau mengungkap bahwa dengan ditemukannya pelaku yang sudah meresahkan umat Islam dan ada beberapa aliansi dan ormas Islam yang mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku, Alhamdulillah, pagi ini (13/2) pelaku dapat ditangkap, ini semua berkat dari kerja sama dari beberapa elemen masyarakat yang ada di Medan, untuk selanjutnya kasus ini kami serahkan pada pihak kepolisian untuk proses hukum selanjutnya. Untuk itu,  mari kita jaga kota Medan ini sebagai kota yang toleran, damai, sejahtera dan kita sangat mendukung program Kapolrestabes yang menyebutkan. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di kota Medan yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan di kota Medan,” pungkasnya

Hal senada juga di sampaikan ketua BKM Mesjid Raya Al-Matsun, H. Ulumuddin.

“Sebenarnya kronologis kejadian ini udah jelas seperti yang dikatakan bapak Kapolrestabes, memang anak ini pernah saya lihat datang ke mesjid raya. Tapi namanya orang mau beribadah kan tidak bisa kita larang, disaat jamaah sudah banyak yang pulang, pelaku mengambil Al-Qur’an, kita pikir ia mau membacanya. Rupanya entah apa yang merasuki jiwanya, sehingga di robek-robeknya Al-Qur’an , yang sangat kita sayangkan ini. Syukurlah Alhamdulilla atas kerjasama Polisi dan masyarakat dapat menangkap pelaku sehingga kota Medan yang tercinta ini tetap kondusif, sebagai mana kata bapak Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin saat mengunjungi mesjid raya beberapa waktu lalu, ia mengatakan” Tidak ada tempat bagi kejahatan dan premanisme di Sumatera Utara” Untuk itu mari kita jaga kondusifitas kota yang kita cintai ini,” beber Ulumuddin. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR