Peraturan Plat Genap Dan Ganjil Di Medan, Belum Di Bahas Satlantas Polrestabes Medan

Senin, 24 Februari 2020 | 16.10 WIB

Bagikan:

Medan - Setarapost. Nomor plat genap dan ganjil seperti di DKI Jakarta yang sudah terlaksana, belum dibahas atau diterapkan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Medan, untuk pengandara yang beraktivitas sehari - hari.

Karena jumlah kendaraan setiap tahunnya bertambah yang mengakibatkan kemacetan itu juga, belum ada dibahas Satlantas Polrestabes Medan dengan dengan pihak terkait  seperti Dinas Perhubungan dan Pemerintah setempat.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Reza Chairul Akbar, SH MH, saat dikonfirmasi wartawan hal tersebut dikantornya Jalan Diponegoro, Sabtu (22/2/2020) membenarkan.

" Iya benar, namun kita hanya bisa melakukan pengaturan lalulintas dan rekayasa lalulintas. Karena jumlah kendaraan  setiap tahun bertambah, makanya peraturan genap dan ganjil perlu dirapatkan dengan pihak lainya" ucap Kasatlantas Polrestabes Medan Kompol Muhammad Reza Chairul Akbar, SH MH.

Reza melanjutkan, setelah adanya rapat kordinasi tentu akan dapat hasilnya. Soalnya, kita tidak bisa mengambil keputusan itu sendiri.

" Dengan itu, peraturan itu akan dibahas nantinya dalam rapat kordinasi, apakah keputusan dalam rapat kordinasi seperti itu atau tidak. Makanya kita tidak bisa mengambil keputusan itu sendiri. Karena ada dewan lalulintas dan pihak terkait lainnya," ujarnya.

Untuk menghindari kemacetan yang kerap menghantui pengendara, ada beberapa upaya yang akan dikerjakan oleh kepolisian lalulintas.

Adapun langkah yang dilakukan mereka diantaranya adalah, setiap personel kepolisian harus selalu ada disetiap persimpangan yang ada di Kota Medan.

Selanjutnya, setiap personel satuan lalu lintas harus berada di daerah yang rawan kemacetan dan padat kendaraan, terutama di pagi dan sore hari.

"Untuk mengantisipasi kemacetan di Kota Medan, saya sudah tekankan kepada seluruh personel satuan lalulintas, agar selalu berada disetiap persimpangan di jam tertentu, terutama di pagi hari disaat banyak masyarakat yang beraktivitas, banyak masyarakat yang berangkat kerja, maupun anak - anak yang berangkat kesekolah. Kemudian, di sore hari, disaat masyarakat pulang kerja dan lainnya," sebut  Kompol Reza Chairul Akbar.

Selain menempatkan sejumlah personel di padat kendaraan, kepolisian akan melakukan rekayasa lalulintas maupun pengalihan arus lalulintas.

"Kita hanya bisa melakukan pengaturan lalulintas atau rekayasa lalulintas, ada tempat atau persimpangan yang dianggap prioritas, yaitu yang banyak dilalui oleh kendaraan, itu untuk mengurai terjadinya kemacetan.

"Sebagaimana diketahui, ada beberapa tempat yang kerap terjadi kepadatan lalulintas dan rawan macet di Kota Medan. Misalnya di persimpangan Jalan Sisingamangaraja, Jalan Tritura, Jalan Pemuda, Merdeka Walk dan lainnya" tandas Kompol Muhammad Reza Chairul Akbar. Afd
Bagikan:
KOMENTAR