Ayah Tiri Bunuh Kedua Anaknya Karena Minta Es Krim

Senin, 22 Juni 2020 | 10.37 WIB

Bagikan:
Medan - Setarapost. Seharusnya anak yang masih berusia belia diberi kasih sayang penuh oleh orang tuanya, ini malah ayah tiri biadap tega membunuh dan membuang dua bocah keparit.

Insiden tragis dua bocah yang diperkira berusia 5  dan 10 tahun ini, terjadi dijalan Brigjen Katamso  Medan, Minggu (21/6/2020). Disitu, kedua bocah malang ini usai dibunuh ayah tirinya dibuang kedalam parit sekolah Global Prima Indonesia.

Diketaui kedua korban masing - masing bernama Iksan Fatilah dan Rafa Anggara warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Satria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Informasi yang beredar, kedua bocah ditemukan warga setempat  dalam keadaan berlumuran darah di kepala. Benturan di kepala kedua bocah itu, diduga bekas penganiayaan ayah tiri korban.

"Suami tadi kirim pesan melalui WhatsApp denganku. Isi pesan itu, dikasitaunya sudah dibunuhnya anak ku ini. Lalu dibuang ke dalam parit sekolah Global Prima Indonesia," ucap ibu kandung bocah, Fathulzanah kepada wartawan saat ditemui di Polsek Medan Kota.

Dari chat WhatsApp suaminya, lanjut Fathulzanah bahwa, suaminya yang bernama Rahmadsyah mengaku telah membunuh kedua orang anak tirinya dengan cara membenturkan kepala ke dua korban di dinding samping sekolah Global Prima.

Informasi berkembang, pelaku membunuh kedua anak tirinya karena kedua anaknya mendesak pelaku untuk membeli es krim.

"Saya datang melihat tadi. Ternyata benar isi pesan WhatsApp suami saya itu," ungkap Fathulzanah dengan nada sedih dan berlinang air mata.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Riki Ramadhan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penemuan kedua jenazah tersebut. Namun, Dia tidak bisa menjelaskan motif dari pembunuhan tersebut.

"Benar ada dua jenazah ditemukan. Kami masih kerja di lapangan. Belum tahu. Nanti kalau sudah ada perkembangan kita sampaikan nanti," katanya melalui telpon selulernya.

Peristiwa tersebut berawal dari jeritan histeris ibu kandung ke dua bocah, membuat warga berkerumun, melihat dua bocah bersimbah darah di dalam selokan.

Tak lama kemudian, petugas kepolisian dari Polsek Medan Kota tiba di lokasi bersama tim inafis Polrestabes Medan. Kedua bocah tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara untuk autopsi. Afd
Bagikan:
KOMENTAR