Satreskrim Polrestabes Medan Dan Polsek Medan Kota Melaksanakan Rekontruksi Ulang Pelaku Pembunuh Dua Bocah

Rabu, 24 Juni 2020 | 11.46 WIB

Bagikan:

Medan - Setarapost. Masih ingat gemparnya warga Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.  Ditemukan mayat dua bocah bernama Fatilah dan Rafa Anggara, diparit sekolah Global Prima Indonesia.

Senin, (23/6/2020) sore, Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota melaksanakan Rekontruksi ulang pelaku membunuh kedua bocah malang tersebut. Disitu, warga yang sebelumnya sudah emosi melihat tersangka Rahmadsyah, berhasil diredamkan oleh sejumlah polisi.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang didampingi oleh Kasat Reskrim Kompol Martuasah H Tobing mengatakan" Berawal kejadian Jum'at (19/6/2020) kedua korban diantar oleh ibunya Fathulzanah kerumah neneknya. Kemudian tersangka Rahmadsyah pergi berangkat kerja. Malamnya, kedua korban pulang kerumah nonton Tv sama ayah tirinya tersebut. Sekitar pukul 20:00 Wib, kedua korban minta dibelii Es Krim sama ayah tirinya itu. Lalu tersangka Rahmadsyah bilang tidak ada uang. Kemudian kedua korban mengatakan, bahwa ayahnya pelit dan akan menyuruh ibunya mencari bapak  baru. Apakah betul tersangka marah karena ibunya akan mencari bapak baru, kita belum tau motif sebenarnya karena itu pengakuan tersangka sama penyidik. Mungkin ada motif barunya lagi nanti" ujarnya.

" Pengakuan tersangka sama rekan - rekan penyidik, kepala kedua korban dibenturnya kedinding sebanyak 5 kali, kemudian kedua korban jatuh. Dilihat tersangka kedua korban masih bergerak, lalu diinjak tersangka lagi perut korban. Lalu dicek tersangka nadi dan napas kedua korban sudah tidak adalagi. Selanjutnya, tersangka membuang kedua jenazah disamping sekolah Global Prima.

" Untuk saat ini, rekan - rekan penyidik masih mendalami motif tersangka membunuh kedua korban sebenarnya. Dan penyidik juga akan meminta keterangan dari keluarga korban nanti, apakah sebelumnya ada riwayat kekerasan dalam rumah tangga kita belum tau sebenarnya" jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko.

Kapolrestabes Medan menyebutkan, Sabtu ( 20/6/2020), Fathulzanah istri tersangka sempat menyakan keberadaan kedua anaknya, namun tersangka tidak menjawab dan merasa ketakutan. Tersangka yang sudah tidak berada dirumah lagi, Minggu ( 21/6/2020) sekitar pukul 07:30 Wib, mengirim chat melalui Fesbook ke istrinya, bahwa ia telah membunuh dan kedua jenazah korban dibuangnya disamping sekolah Global Prima Indonesia.

" Mendapat informasi tewasnya kedua korban dibunuh oleh ayah tirinya, Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota terjun ketempat kejadian perkara (TKP). Disitu, personel buat dua Team untuk melakukan pengejaran tersangka. Satreskrim Polrestabes Medan dipimpin oleh Kasatreskrim Kompol Martuasah H Tobing dan Polsek Medan Kota dimpin oleh Kapolsek Medan Kota Kompol M. Riki Ramadhan. Alhasil, tersangka berhasil ditangkap petugas dikawasan Delitua, sekitar 7 jam dari kejadian.

" Sebelumnya, istri tersangka sudah menyuruh tersangka menyerahkan diri melalui chat Fesbook. Kebetulan tersangka tidak punyak Hp, jadi lewat warnet dia chat istrinya" ungkap orang nomor 1 di Polrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan berapa adegan rekontruksi dilakukan.

Kapolrestabes Medan menjawab, ada 17 rekontruksi dilakukan" pungkasnya. (Afd)
Bagikan:
KOMENTAR